Selasa, 27 Desember 2011

LAPORAN PLP

LAPORAN
PROGRAM LATIHAN PROFESI (PLP)
SMA TAMAN MADYA JETIS YOGYAKARTA
TAHUN AJARAN 2011 / 2012




Disusun Oleh :
Nama                 : Uli Nuha
NIM                  : 08600036
Jurusan / Prodi  : Pendidikan Matematika
Tempat PLP      : SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta
Alamat              : Jl. Pakuningratan No. 34 A Yogyakarta
DPL                  : Malahayati, M.Sc



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
 FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2011


HALAMAN PENGESAHAN

           
            Setelah diadakan pengarahan, bimbingan, koreksi dan perbaikan sepenuhnya dari hasil laporan Program Pelatihan Profesi (PLP) Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Tahun Akademik 2011/2012 yang disusun oleh:
            Nama                           : Uli Nuha
            NIM                            : 08600036
            Jurusan/prodi               : Pendidikan Matematika
Tempat PLP                : SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta
Maka dipandang sudah memenuhi syarat untuk diajukan sebagai Laporan Hasil Program Latihan Profesi (PLP) Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dari nama tersebut di atas.
Demikian pengesahan ini kami berikan, semoga dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

                                                                                    Yogyakarta, 3 Desember 2011
                          
Mengetahui dan mengesahkan,

      Koordinator Guru Pamong                                    Dosen Pembimbing Lapangan


                Sriyana, S.Pd                                                        Malahayati, M.Sc
                NPA : 040079                                                    NIP:19840412201110

Kepala Sekolah



Drs. Yulius Fa’arododo Fau, M.M
   NPA : 4059

BISM-1KATA PENGANTAR

Puja dan Puji syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah meridhoi dan memberikan Rahmat serta Karunia-Nya sehingga laporan Program Kuliah Latihan Profesi (PLP) ini dapat diselesaikan. Kegiatan PLP ini dilaksanakan pada 3oktober sampai 3 desember  2011 SMA Taman Madya, jetis Yogyakarta.
Laporan PLP ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Program Latihan Profesi, salah satu kegiatan intrakurikuler yang dilaksanakan oleh mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi program studi kependidikan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, meliputi praktik pembelajaran di kelas dan praktik persekolahan dengan beban 4 SKS.
Dalam penulisan laporan PLP ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang secara langsung dan tidak secara langsung membantu menyelesaikan penulisan laporan PLP ini, dengan segala ketulusan hati penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada:
  1. Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat dan segala Barokah-Nya
2.      Bapak Prof. Dr. H. Musa Asy'arie selaku rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
3.       Bapak Prof. Drs. H. Akh. Minhaji, M.A.,Ph.D selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
4.      Ki Yulius Fa’arododo. Fau sebagai kepala SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta.
5.      Ibu Dian Noviar selaku Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) PLP
6.      Ibu Malahayati M.Sc selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) PLP
7.      Ki Sriyana, S.Pd selaku koordinator guru pamong mahasiswa PLP di SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta.
8.      Nyi Ida adni S.pd, selaku Guru pamong matematika yang selalu sabar membimbing dan mengarahkan penulis menjadi lebih baik.
9.      Semua guru, karyawan, dan siswa SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta.
  1. Kepada kedua orang tua Ayah dan Ibu saya yang selalu membantu, mendukung dan mendoakan serta mendidik dan membesarkan saya tiada henti dan tidak ternilai harganya sehingga saya bisa menjadi seperti ini.
  2. Semua keluarga saya yang terus memberikan perhatian dan kepercayaannya
12.  Adik- adik siswa SMA Taman Madya jetis, Yogyakarta, terima kasih atas kerjasamanya selama PLP.
  1. .Semua teman-teman PLP mahasiswa Sanata Darma dan UST yang mampu bekerja sama dengan kami   dan yang telah memberikan saran-saran yang bermanfaat selama PPL.
14.  Rekan-rekan seperjuangan (Arif, Agil, Ananta, Andika, Erni, Yuli, Daning, Mabrur, Norma, Misbah, Rina, Sundari, Atik) yang telah bersama-sama memberikan kelancaran dalam PLP.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan PLP ini jauh dari sempurna tapi Saya akan tetap berusaha untuk membuatnya menjadi mendekati sempurna. Saran dan kritik yang diberikan sangat berharga dalam penyelesaian laporan PLP ini sehiingga menjadi lebih baik dari semua tahapan penulisannya. Terkahir, penulis berharap agar laporan PLP ini dapat memberikan manfaat bagi penulis khususnya dan para pembaca umumnya.

Yogyakarta, 3 Desember 2011
Mahasiswa Praktikan


Uli Nuha
NIM : 08600036



DAFTAR ISI  

HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... ii
KATA PENGANTAR ..................................................................................... iii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... v
BAB I : GAMBARAN UMUM SEKOLAH.................................................... 1
A.    Letak Geografi ................................................................................... 1
B.     Sejarah Singkat................................................................................... 1
C.     Struktur Organisasi............................................................................. 4
D.    Guru dan Karyawan........................................................................... 6
E.     Siswa................................................................................................... 9
F.      Prestasi Sekolah…………………………………………………….. 10
BAB II : HASIL DAN ANALISIS ................................................................. 11
A.    Observasi Sekolah dan Observasi Pembelajaran................................11
B.     Praktik Pembelajaran........................................................................ 13
1.      Persiapan Praktik  Pembelajaran........................................... 14
2.      Pelaksanaan Praktik Pembelajaran ....................................... 15
C.     Praktik Persekolahan......................................................................... 16
1.    Administrasi Sekolah
a. Administrasi Siswa...…………………………………….16
b.  Administrasi Personil     ………………………………..18
c. Administrasi Kurikulum ……………………….......... .....19
d.Administrasi Sarana dan Prasarana……………………... 20
e. Administrasi Keuangan …………………….................... 23
f. Administrasi Hubungan Masyarakat................................. 25
2. Pelaksanaan Prinsip-Prinsip Supervisi Pendidikan di Sekolah .... 27         
3. Pelaksanaan Kegiatan Bimbingan dan Konseling ……………... 29         
4. Penyelenggaraan Kegiatan Ekstrakurikuler …………………..... 33         
5. Pengelolaan Pusat Sumber Belajar (Perpustakaan) …………...... 35
D. Analisis Hasil Pelaksanaan................................................................. 38
1.      Analisis Pelaksanaan Praktik Pembelajaran................................ 38
    1. Analisis Pelaksanaan Praktik Persekolahan................................ 40
BAB III : PENUTUP ...................................................................................... 42
A.    Simpulan........................................................................................... 42
B.     Saran – Saran.................................................................................... 43
LAMPIRAN - LAMPIRAN


 
BAB I
GAMBARAN UMUM SEKOLAH

A.    Letak Geografis
            SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta terletak di jalan Pakuningratan No.34 A Yogyakarta, sekolah ini merupakan sekolah menengah atas ynag berada di tengah- tengah atau di pusat kota Yogyakarta. Sekolah ini berdiri atas tanah seluas 2.453 m2 dan luas bangunan 1.452 m2. Disebelah selatan SMA Taman Madya Jetis dibatasi dengan jalan raya Pakuningratan. Sebelah timur, barat dan utara dibatasi perumahan penduduk sekitar. Walaupun letak sekolah tidak terlalu luas, akan tetapi dengan penataan bangunan yang baik dan dengan mempertimbangkan kenyamanan belajar bagi siswa dan kenyamanan bekerja bagi guru dan karyawan, maka sekolah tersebut dapat diatasi.
            Lokasi SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta sangat mudah dijangkau kendaraan karena dapat di akses oleh kendaraan roda dua maupunmkendaraan roda empat. Siswa-siswa yang terdaftar berasal dari berbagai daerah Yogyakarta. Dengan lokasi yanng terletak ditengah-tengah kota, maka sekolah ini dibangun dengan tata letak bangunan yang memberikan kenyamanan untuk belajar. Hal ini dapat  dilihat dari tata letak ruang belajar siswa yang berada agak jauh dari jalan raya, sehingga kebisingan kendaraan bermotor dapat diminimalisir dan siswa dapat tetap belajar dengan nyaman.

A.    Sejarah berdirinya SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta
SMA Taman Madya Jetis merupakan salah satu anak cabang dan hasil pengembangan dari yayasan Taman Siswa yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara. SMA Taman Madya adalah pembagian pengembangan yayasan Taman Siswa cabang Jetis. Dengan didirikan dan diresmikan SMA Taman Madya Jetis tanggal  3 Juli 1956 atas kesepakatan pengurus Majelis cabang Jetis, maka tertampunglah sebagian lulusan dari Taman Dewasa Jetis ke SMA Taman Madya Jetis sehingga lulusan Taman Dewasa sebagian akan tertampung dalam satu yayasan yang sama.
Bermula didirikan dengan nama SMA Taman Madya Jetis yang artinya adalah jenjang pendidikan setingkat SMA di Kecamatan Jetis. Akan tetapi, masyarakat lebih mengenal dengan sebutan SMA Taman Madya Jetis. SMA Taman Madya Jetis berada di lokasi jalan Pakuningratan No. 34 A Yogyakarta. Pada awal berdirinya merupakan bangunan sederhana di tengah lokasi dengan kondisi letak bangunan dengan tanah lebih rendah di bandingkan tanah dengan tanah sekitar. Kelas yang disediakan pada awal berdirinya hanya 2 kelas dengan daya yampung 71 siswa. Berkat kerjasama antar pengurus, pamong, peserta didik, pemerintah dan masyarakat, SMA Taman Madya Jetis berkembang menjadi SMA dengan bangunan permanen dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang cukup memadai dengan daya tampung 5 kelas pertingkat.
Perkembangan yang cukup pesat ini disambut baik oleh pemerintah dengan disahkan oleh Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan berdasar SK Nomor1858/I/IK/1985, yang dikuatkan dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0530/H/1986, tettanggal 24 Juni 1986 berlaku surut sejak 3 Juli 1956.
Sejak awal didirikan yaitu 1956 sampai dengan saat ini telah mengalami pergantian kepemimpinan dengan masa tugas yang berbeda-beda. Berikut adalah urutan Kepemipinan SMA Taman Madya Jetis sejak awal berdirinya sampai dengan saat ini (2011), berikut Daftar urutan Kepemimpinan SMA Taman Madya Jetis Berdasarkan Masa Tugas
Nama
Tahun Menjabat
1.      Ki Widagdo
1956 – 1985
2.      Ki Irpan Kusumohadibroto, BSc.
1959 – 1960
3.      Ki Subarjo
1960 – 1965
4.      Ki Supadi
1965 – 1969
5.      Ki Drs. B. Boentarsono
1969 – 1980
6.      Ki Drs. H. Bitus Iswanto, M.M
1981 – 2007
7.      Ki Drs. Yulius Fa’aradodo Fau, M.M
2007 – sekarang
Dasar Pendidikan
Pendidikan didasarkan pada sistem among yang dikembangkan oleh perguruan Taman Siswa sejak tahun 1922 dengan mengutamakan rasa : Asuh, Asih dan Asuh.
Visi
Mendidik anak didik menjadi manusia yang takwa, cerdas, terampil, sehat, merdeka, mandiri dan berbudi pekerti luhur.
Misi SMA Taman Madya Jetis :
  1. Mendidik anak untuk berperilaku dan penampilan baik.
  2. Mendidik anak untuk berkemampuan teori dan praktik.
  3. Mendidik anak untuk mengembangkan dan menumbuhkan kemampuan dan jati dirinya.
  4. Input biasa, proses unggul, output unggul.
Tujuan SMA Taman Madya Jetis
  1. Tujuan Umum
Tujuan Pendidikan Menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri mengikuti pendidikan lebih lanjut.


  1. Tujuan Khusus
Berdasarkan visi dn misi yang sudah ditetapkan, SMA Taman Madya jetis bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang :
a.       Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b.      Berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri;
c.       Menjadi warga Negara yang demokratis serta tanggung jawab.
B.     Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan mekanisme-mekanisme formal dalam mengelola suatu organisasi. Struktur organisasi menunnjukkan suatu susunan yang beruoa bagan, dimana terdapat hubungan-hubungan antara berbagai fungsi, bagian, status dan orang-orang yang menunukkan tanggung jawab dan wewenang yang berbeda-beda dalam organisasi tersebut. Suatu organisasi yang sistematis akan mempermudah tata kerja dan pengontrolan serta pencapaian tujuan lembaga yang telah dirumuskan.
Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar(KBM), kepala sekolah dibantu oleh 4 wakil kepala sekolah; yaitu waka bagian urusan pengajaran/kurikulum, waka bagian urusan sarana prasaran, waka bagian urusan pembinaan siswa, waka bagian urusan pengabdian masyarakat











STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH
SMA TAMAN MADYA JETIS YOGYAKARTA
 





























C.    Guru dan Karyawan
1.      Guru
Guru bertanggung jawab kepada sekolah dan mempunyai tugas melaksankan kegiatan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien sesuai dengan jadwal yang ada. Adapun tugas dan tanggung jawab guru adalah sebagai berikut:
Selain sebagai tenaga edukatif, guru mempunyai tugas administrative dari tugas non-teching yang meliputi:
1)      Tugas Administrator
a.       Membuat perangkat program pengajaran
-          Membuat satuan pembelajaran
-          Membuat rencana pembelajaran
-          Membuat program tahunan
-          Membuat program semester
-          Membuat silabus dan sistem penilaian
b.      Melaksankan kegiatan belajar
c.       Melaksanakan ulangna harian
d.      Menyusun dan melaksanaka program perbaikan dan pengayaan
e.       Mengisi daftar hadir siswa
f.       Membuat alat peraga
g.      Membuat catatan tentang hasil kemajuan belajar siswa
h.      Membutuhkan kreativitas siswa dan menghargai karya siswa
i.        Mengikuti kurikulum
Disamping itu guru juga diwaibkan:
1.        Hadir di sekolah 10 menit sebelum bel masuk berbunyi
2.        Mengucapkan salam dan bahagia setiap masuk kelas dan keluar kelas.
3.        Berjabat tangan dengan peserta didik saat memulai jam pertama dan mengakhiri jam terakhir
4.        Berada di kelas yang diampu saat berdoa dan mendampingi siswa saat proses pembelajaran atau kegiatan lain sesuai tugasnya
5.        Memberitahukan Kepala Sekolah jika guru terlambat hadir atau terlambat melaksanakan tugas
6.        Mengisi buku presensi setiap kehadiran di sekolah pada hari kerja
7.        Berada di sekolah pada jam kerja, kecuali ada tugas khusus
8.        Berkaitan dengan perjanjian:
-          Membuat ijin tertulis kepada Kepala Sekolah dan menyertakan tugas jika berhalangan hadir
-          Meminta ijin Kepala Sekolah paling lambat 3 hari sebelumnya, jika mempunyai keperluan yang direncanakan
-          Jika meninggalkan sekolah pada jam mengajar dan tidak kembali hingga pelajaran usai, wajib mengisi blanko perjanjian dan menyertakan tugas kepada guru piket
-          Jika meninggalkan sekolah untuk sesuatu keperluan tetapi kembali ke sekolah, cukup menulis pada buku catatan guru piket
9.        Setiap guru dilarang:
-          Membocorkan rahasia yayasan maupun rahasia jabatan
-          Melakukan usaha dan memberikan les privat kepada siswa SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta
-          Memberikan buku pelajaran baik secara langsung maupun tidak langsung kepada siswa SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta
-          Menjual seragam/ bahan pakaian sekolah baik secara langsung maupun tidak langsung kepada siswa SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta
-          Menjual perangkat sekolah lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung kepada siswa SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta
-          Memungut biaya dari siswa SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta baik secara langsung maupun tidak langsung yang bertentangan dengan peraturan dan undang-undang
-          Memajukan jam kosong
a.       Mengaktifkan Handphone (HP) atau alat komunikasi sejenisnya saat KBM berlangsung
10.    Memelihara fasilitas dan memiliki tanggung jawab menciptakan suasana belajar yang kondusif
11.    Pamong wajib mengikuti upacara hari senin dan hari-hari besar Nasional
12.    Pamong diwajibkan mengawali dan mengakhiri pelajaran tepat waktu
13.    Mengenakan seragam sekolah sesuai kesepakatan


2)      Tugas non-Teaching
a.       Tugas wali kelas
b.      Tugas guru piket
c.       Tugas perpustakaan
d.      Tugas laboratorium
e.       Melaksanakan kegiatan bimbingan kepada guru lain dalam kegiatan proses belajar mengajar.
Adapun tenaga pengajar di SMA Taman Madya Jetis berjumlah 41 (empat puluh satu) orang, guru tetap sebanyak 8 orang, guru PNS 9 orang dan guru GTT 24 orang. Masing-masing guru di SMA Taman Madya Jetis ini memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda-beda dan masing-masing mengampu mata pelajaran yang disampaikan kepada siswa sesuai dengan latar belakang pendidikannya (spesialisasi ilmu yang dimiliki masing-masing).

2.      Karyawan
Karyawan termasuk karyawan SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta adalah tenaga non edukatif yang membantu memperlancar kegiatan sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan, adapun pegawai tata usaha yang bertugas di sekolah terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya:
a.       Kepala Tata Usaha dan Rumah Tangga SMA
b.      Pembuat Daftar Gaji
c.       Urusan Kepegawaian
d.      Urusan Umum
e.       Bendaharawan BP3
f.       Bendaharawan rutin dan gaji
g.      Urusan Perpustakaan
h.      Urusan Umum dan Kearsipan
i.        Pembantu Urusan Pendidikan dan Pengajaran
j.        Pembangtu Urusan Perlengkapan
k.      Kebersihan Lingkungan
l.        Penjaga Keamanan
m.    Penjaga Malam

D.    Siswa
Siswa merupakan subyek pembelajaran dan sekaligus obyek pembelajaran dalam proses pembelajaran. Keberadaannya sangat penting sehingga tanpa adanya siswa sangat mustahil kegiatan pembelajaran dapat berlangsug. Jumlah siswa SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta tahun pelajaran 2010-2011 secara keseluruhan adalah siswa dengan rincian sebagai berikut:

No.
Kelas
Jumlah Siswa
1.
X.A
26
2.
X.B
23
3.
XI IPA
15
4.
XI IPS
30
5.
XII IPA
19
6.
XII IPS 1
17
7.
XII IPS 2
18

Jumlah
149

E.     Prestasi dan Keunikan sekolah/ madrasah
Salah satu prestasi baru- baru ini dari SMA taman madya jetis adalah
1.      Juara 3 lomba futsal se DIY
2.      Masuknya karya- karya siswa di media cetak


BAB II
HASIL DAN ANALISIS

A.    Observasi Pembelajaran
Kegiatan  observasi  pembelajaran  adalah  kegiatan  mengamati  guru  pembimbing  di  sekolah  yang  sedang  melaksanakan  pembelajaran  di  kelas.  Dalam  hal  ini,  obyek  yang  diamati oleh  mahasiswa  praktikan adalah  Sri Lestari, S.Pd,  selaku  guru  yang  mengampu  bidang  studi Matematika  kelas  X, XI,  dan  XII  SMA  TAMAN  MADYA  JETIS  YOGYAKARTA.  Dengan adanya  observasi  ini  diharapkan  mahasiswa  dapat  mengetahui  kondisi  kelas maupun  siswa  dan  dapat  mengetahui  kendala-kendala  yang  dihadapi  guru dalam  proses  belajar  mengajar,  sehingga  mahasiswa  praktikan  dapat menyusun  strategi  yang  tepat  dalam  melaksanakan  praktik  pembelajaran. Kegiatan  observasi  ini  memberikan  modal  awal  bagi  praktikan  sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas.
Sebelum  mengadakan  praktek  pembelajaran  dikelas,  praktikan telah melaksanakan.
observasi  pembelajaran  sebanyak  tiga  kali,  dengan  jadwal pelaksanaan sebagai berikut:
·         Sabtu, 8 Oktober 2011, Topik/Bahasan:         pengurangan pada matriks (jam pelajaran ke- 7 dan 8, kelas XI IPA).
·         Rabu,  12 Oktober 2011,  Topik/Bahasan:  Bentuk Pangkat, Akar, dan Logaritma  (jam  pelajaran ke7 dan 8 kelas XA).
·         Sabtu,  15 Oktober 2010,  Topik/Bahasan:  mean, median, modus  (kelas XI ips).
Aspek yang diamati dalam observasi pembelajaran di kelas adalah:
a)      Kegiatan Awal
Ø  Menarik perhatian siswa.
Kegiatan  ini  dilakukan  dengan  cara:  mengucapkan  salam, memulai dengan do’a, dan menjelaskan materi yang akan disampaikan.
Ø  Memberi apersepsi
Kegiatan  ini  dilakukan  dengan  cara  menanyakan  kembali materi yang  telah  dipelajari  pada  pertemuan  yang  lalu  serta mengulangnya kembali dengan singkat.

Ø    Menyampaikan topik/ tujuan pembelajaran
Kegiatan  ini  dilaksanakan  dengan  menuliskan  pokok-pokok  materi yang akan diterangkan.
b)      Kegiatan Inti
a.       Ketrampilan menjelaskan materi
Cara  yang  digunakan  oleh  guru  pembimbing  dalam menjelaskan materi yaitu guru  menuliskan materi yang  akan dipelajari di  papan  tulis,  kemudian  guru  menjelaskan  tentang  materi  tersebut. Setelah para siswa mencatat materi tersebut, guru memberi contoh soal yang dikerjakan bersama-sama dengan siswa. Kemudian guru memberi latihan  soal  yang  dikerjakan  oleh  siswa,  untuk  mengetahui  sejauh mana pemahaman siswa  terhadap  materi yang telah  diajarkan.Sumber belajar  yang  digunakan  oleh  guru  yaitu  Sartono  Wirodikromo,  2007. Matematika untuk SMA kelas X. Jakarta : Erlangga dan LKS Mitra Pustaka.
b.      Interaksi pembelajaran
Interaksi  yang  dilakukan  oleh  guru  yaitu  dengan  tanya  jawab secara  lisan,  menegur  siswa  yang  ramai,  dan  memberi  bantuan  siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi yang dipelajari.
c.       Ketrampilan memberi penguatan
Dalam  memberi  penguatan,  guru  meggunakan  penguatan verbal  dengan  mengulang-ulang  konsep  dasar  yang  harus  diketahui dan dipahami oleh siswa.
d.      Ketrampilan pengelolaan waktu
Guru memulai dan mengakhiri pelajaran sesuai dengan jadwal.
c)       Kegiatan akhir
Ø  Ketrampilan menutup pelajaran 
Kegiatan  yang  dilakukan  oleh  guru  dalam  menutup  pelajaran yaitu dengan  memberi tugas untuk  pekerjaan  rumah.  Guru  mengakhiri kegiatan dengan salam. Adapun  aspek  apa  saja  yang  diamati  dan  hasil  observasi, sebagaimana terlampir.
Ø  Kegiatan pembelajaran yang telah diamati merupakan gambaran umum dan  bukan merupakan  patokan  dan  disini  praktikan  dituntut  untuk lebih profesional  dalam  melakukan  praktek  pembelajaran,  mulai  dari  penggunaan metode  apa yang  akan  dipakai,  penguasaan  kelas,  strategi  pembelajaran  dan lain  sebagainya.  Setelah  melakukan  observasi  pembelajaran  praktikan berkonsultasi  dengan  guru  pembimbing  perihal  kapan  melakukan  praktik pembelajaran dikelas.

B.     Praktik Pembelajaran
Praktik  pembelajaran  adalah  kegiatan  yang  paling  utama  diantara serangkaian  kegiatan  dalam  PPL  II,  Karena  dalam  praktek  inilah  praktikan dituntut untuk  dapat  mengerahkan  seluruh  kompetensi  yang  dimilikinya,  baik kompetensi  professional,  pedagogik,  kompetensi  personal  maupun  sosial. Sebelum  melaksanakan  kegiatan  praktik  pembelajaran  ini,  praktikan  dituntut untuk melaksanakan persiapan peraktik pembelajaran terlebih dahulu.


1.      Persiapan Praktik Pembelajaran
Sebelum  melakukan  pembelajaran dikelas,  terlebih dahulu  praktika melakukan  konsultasi  dengan  guru  pembimbing  tentang  perangkat-perangkat  pembelajaran  yang  harus  disiapkan  atau  dibuat  terlebih  dahulu sebelum  mengajar.  Adapun  persiapan-persiapan  yang  perlu  disiapkan adalah Menentukan  bahan  atau  materi  pelajaran  untuk  kegiatan  praktek mengajar.
Dalam  persiapan  ini  mahasiswa  praktikan  terlebih  dahulu  berkonsultasi dengan guru pembimbing mengenai jadwal mengajar dan materi  pelajaran  yang  akan  disampaikan,  kemudian  mahasiswa praktikan diberikan kepercayaan untuk mengajar di kelas.
  1. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Menyusun RPP adalah salah satu persiapan seorang guru untuk melaksanakan  proses  pembelajaran  dikelas.  Sebelum  melaksanakan praktik  pembelajaran  dikelas  praktikan  harus  membuat  Rencana Pelaksanaan  Pembelajaran  (RPP).  RPP  ini  dibuat  agar  praktik pengajaran berlangsung secara terarah dan efisien (RPP terlampir).
c.  Membuat dan menyediakan media pendukung proses pembelajaran
Untuk  mempermudah  kegiatan  belajar  mengajar  dalam  proses pembelajaran  mahasiswa  membuat  ringkasan  materi  dan  soal  yang ditulis  dikertas  A4  yang  kemudian  diperbanyak  untuk  dibagikan kepada siswa.
d.  Konsultasi dengan guru pembimbing
Konsultasi  dengan  guru  pembimbing  dilakukan  praktikan ketika  akan  dan  setelah  melakukan  pratik  pembelajaran. Konsultasi sebelum  melaksanakan  pembelajaran  yakni  konsultasi  mengenai materi  yang  akan  diajarkan,  konsultasi  RPP  dan    media  yang diguanakan  dalam  praktik  mengajar  dikelas.  Sedangkan  setelah pembelajaran feedback dari guru pembimbing. 


2.       Pelaksanaan Praktik Pembelajaran
Sebelum melaksanakan praktek pembelajaran mahasiswa melakukan observasi terhadap guru matematika sebanyak 3 kali. Dalam hal ini praktikan mendapat kesempatan observasi sebanyak 3 kali yaitu di kelas XII ipa, XI ips dan XA. Seetelah itu siswa mulai melaksanakan praktik pembelajaran sebanyak 5 kali.
Praktek pembelajaran pertama dilaksanakan di kelas XII IPS 1 pada hari sabtu tanggal 29 oktober 2011. Pada kesempatan mengajar pertama ini praktikan menjelaskan tentang materi penerapan integral dibidang ekonomi. Metode yang digunakan adalah diskusi dengan pendekatan langsung. Dalam prakteknya siswa di bagi menjadi berkelompok setelah itu siswa disuruh mengerjakan LKS yang telah disediakan oleh praktikan setelah itu siswa disuruh mempresentasikan hasil diskusi dari kelompoknya masing masing. Ika ada kesalahan guru dan siswa lainnya bias langsung menjelaskan kesalahan yang dimaksud.
Pembelajaran kedua dilaksanakan di kelas XI ipa dengan pokok bahasan menurunkan rumus selisih jumlah pada tangent. Pertemuan kedua ini dilaksanakan pada hari rabu tanggal 2 november 2011. Metode yang digunakan pada pembelajaran kali ini adalah penemuan terbimbing, penugasan dan diskusi. Yaitu secara bersama- sama siswa diharapkan bias menemukan rumus selisih tangent dengan bantuan rumus sebelumnya. Dalam hal ini guru juga menuntut secara detail agar siswa dapat memahami semua. Setelah itu siswa diberi tugas untuk dikerjakan secara diskusi dengan temen- temannya, setelah itu siswa diberi tugas untuk dikerjakan di rumah. Perlu di ketahui pada prakteki kali ini dilakukan penilaian oleh ibu malahayati.
Praktek pembelajaran ketiga dilaksanakan dikelas XA pada hari sabtu tanggal 12 november 2011, mengenai materi pokoknya adalah Sistem Persamaan Linear Tiga variable. Pada praktek kali ini mahasiswa menerapkan metode ceramah dan diskusi. Untuk 1 jam pelajaran pertama guru menjelaskan materi tentang SPLTV setelah itu siswa disuruh mengerjakan tugas sebagai latihan dengan berkelompok.
Praktek pembelajaran keempat dilaksanakan di kelas XII IPS2 pada hari sabtu tanggal 19 november 2011. Pada kali ini pokok bahasannya adalah barisan dan deret bilangan. Pada kesempatan kali ini praktikan menggunakan metode ceramah diskusi dan penugasan. Yaitu mahasiswa membagikan LKS yang telah disiapkan untuk bahan diskusi para siswa. Siswa di beri perintah untuk mengerjakan soal- soal yang ada dalam LKS. Setelah itu secara bersama- sama siswa diberi kesempatan untuk mempresentasiakan hasil diskusi mereka dengan teman- teman sebangkunya.
Praktek pembelajaran kelima dilaksanakan pada hari sabtu selanjutnya yaitu pada tanggal 26 november 2011 tentang materi pokok barisan aritmatika. Dalam kesempatan mengajar kali ini mahasiswa menerapkan metode penugasan dan ceramah. Dalam praktek kali ini mahasiswa menginginkan kemempuan individu terlihat secara jelas, makanya setiap siswa yang  maju kedepan dan selesai mengerjakan soal yang disediakan oleh guru mahasiswa memberikan hadiah. Dan dengan adanya rewards terbukti semakin nantusiasnya nsiswa mengikuti pembelajaran kali ini.

C.  Praktik Persekolahan
1.  Administrasi Sekolah/Madrasah
a.      Administrasi Siswa
Administrasi  adalah  segala  proses  kegiatan  di  sekolah  yang  membantu lancarnya  kegiatan  sekolah.  Sedangkan  administrasi  kesiswaan  adalah  segala  kegiatan  yang  menyangkut  tentang  siswa,
meliputi :
1)   Penerimaan Siswa Baru ( PSB )
Dalam  penerimaan  siswa  baru  SMA  Taman  Madya  Jetis  Yogyakarta menggunakan alur sebagai berikut:
•  Sosialisasi  tentang  SMA  Taman  Madya  Jetis  Yogyakarta  kepada masyarakat.
•  Pendaftaran siswa baru dengan syarat- syarat tertentu.
•  Pendaftaran dilakukan dalam 2 gelombang.
•  Seleksi siswa baru meliputi tes wawancara dan tes tulis.
•  Pengumuman calon siswa baru yang lulus seleksi.
•  Daftar ulang siswa baru.
2)    Masa Orientasi Siswa
Kegiatan  Masa  Orientasi  Siswa  (  MOS  )  di  SMA  Taman
Madya  Jetis  Yogyakarta  dilaksanakan  mulai  tanggal  11  –  13 Juli  2011. 
3)    Pembagian Kelas
Pembagian  kelas  dilakukan  oleh  panitia 
4)    Membuat Buku Induk 
Buku induk adalah buku yang berisi tentang data siswa yang  berdasarkan  nomor  induknya  secara  berkelanjutan.  Sedangkan
nomor  induk  dibuat  berdasarkan  urutan  abjad  dimana  induk  menunjukkan  siswa  yang  pernah  belajar  di  SMA  Taman  Madya Jetis.
5)    Buku Kliper 
Merupakan  yang  berisi  daftar–daftar  nama-nama  siswa  dari kelas X sampai kelas XI berdasarkan abjad.
6)    Presensi Siswa
Presensi  siswa  adalah  buku  yang  berisi  kehadiran  siswa setiap hari disekolah. Buku ini juga memuat alasan atau keterangan siswa  yang  tidak  masuk  karena  sakit,  ijin  maupun  alpa.  Buku  ini terbagi  menjadi  2  yaitu  absen  setiap  hari  jam  pelajaran  dan  absen setiap hari
7)    Buku Jurnal
Buku  jurnal  adalah  buku  yang  berisi  materi  pelajaran  yang  disampaikan  setiap  hari  dan  diisi  oleh  guru  mata  pelajaran  yang bersangkutan.
8)    Buku Mutasi 
Buku Mutasi adalah  buku yang berisikan tentang data keluar  masuknya  siswa  (siswa  pindah/siswa  pindahan  dengan  alasan  tertentu).
b.      Administrasi Personil
Administrasi personalia adalah administrasi yang di dalamnya termuat tentang data-data jumlah staf pengajar (guru) dan karyawan yang ada di SMA atau MA. Adapun susunan jumlah personil adalah sebagaimaa terlampir.
Dalam berlangsungnya kegiatan sekolah, unsure manusia memegang peranan penting karena akan menentukan jalannya pelaksanaan program sekolah. Sebuah sekolah memerlukan tenaga edukatif dan tenaga administrative, hal ini dimaksudkan untuk mendukung kelancaran proses kegiatan belajar mengajar di lembaga sekolah.
Kepegawaian atau personalia yang ada di sekolah  akan menjalankan tugasnya dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Mereka terdiri dari Kepala Sekolah, Guru, Kepala  Tata Usaha dan Karyawan yang masing-masing mempunyai tugas, supaya tidak bertumpang tindih antar  personil. Di dalam hal ini Bapak Mutahar, selaku penanggung jawab secara langsung terhadap urusan kepegawaian / personalia.
Berdasarkan tugas dan tanggung jawab yang di ampu, administrasi personil dibedakan menjadi:
1.      Pengelola sekolah, yakni Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah
2.      Tenaga edukatif, yakni guru petugas laboratorium, guru Bp, dan guru      wali kelas.
3.      Tenaga Administrasi, yakni kepala bagian tata usaha dan stafnya, dan petugas kebersihan(cleaning service).

c.       Administrasi Kurikulum
Kurikulum adalah seperankat rencana dan pengturan mengenai tujuan ,isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggraan kegiatan pembelajran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Setiap lembaga pendidikan berusaha semaksimal mungkin dlam pelaksanaan kurikulum yang ada supaya tercapai tujuan pendeidikan yang diinginkan oleh lembaga tersebut. Begitu juga dengan SMA Taman Madya Jetis yang berusaha sebaik mungkin dlaam pelaksanaan kurikulumya. Dalam hal ini yang bertanggung jawab adalah wakil kepala sekolah bagian kurikulum, yaitu: bapak Sriyana, S.Pd.
Srtuktur kurikulm yang dikembangkan di SMA Taman Madya Jetis mengacu pada standar isi dan standar kompetensi lulusan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22,23, tahun 2006 dengan mempertimbangkan :
·         Peningaatan iman dan takwa serta akhlak mulia
·         Peningkatan potensi , kecerdasan, dan minat sesuai dengan tinkat perkembanagan dan kemampuan peserta didik
·         Keragaman dan karakteristik daerah dan lingkungan
·         Tuntutan pembangunan daerah dan nasional
·         Tuntutan dunia kerja
·         Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
·         Agama
·         Dinamika perkembanagan global
·         Satuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan antar
·         Kondisi social budaya masyarakat setempat
·         Kesetaraan gender
·         Karakteristi satuan pendidikan

Pada programpendidikan di SMA Taman Madya Jetis, jumlah jam mata pelajaran untu kelas X 42 jam pembelajaran setiapminggu, kelas XI IPA 44 jam pembelajaran setiap minggu dna kelas XI Program IPS 43 jam pembelajaran setiap minggu,kelas XII IPS 43 jam pembelajaran setiap minggu dan kelas XII IPA 44 jam pembelajaran setiap minggu. Setiap jam pembelajaran lamanya 45 menit. Minggu efektif dalam satu atahun adalah 42-43 minggu.
d.      Administrasi Sarana dan Prasarana
Administrasi sarana dan prasarana mrupakan keseluruhan proses penyelenggaraan usaha kerja sama dalam bidang sarana dan prasarana dalam ranga pencapaian tujuan pendidikan di seklah. Administrasi sarana dan prasarana di SMA Taman Madya Jetis di pegang oleh tata usaha bagian sarana dan prasarana bekerja sama dengan wakasek urusan sarana dan prasarana yaitu a. Qusyairi har, BA. Adapun program pengelolaan sarana dan prasarana SMA Taman Madya Jetis tahun ajaran 2009/2010 antara lain:
1.      Merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana ungtuk menunjang proses beljar mengajar
2.      Merencanakan program pengadaan
3.      Mengatur pemanfaatan sarana dan prasarana
4.      Mengelola perawatan, perbaikan, pengisian secra berkala
5.      Mengatur pembukuannya
6.      Menyusun laporan
7.      Penggunaan dan pemeliharaan ruang dan perlengkapan
8.      Melengkapi ruang multimedia
9.      Terpeliharanya ruang dan sarana lab
10.  Melengkapi saran seni music
11.  Terciptanya 7 K dalam lingkungan sekolah
12.  Buku-buku perpustakaan yang lengkap
13.  Perlengkapan alat kantor dan sarana ibadah
14.  Pengadaan ruang dan sarana ibadah
15.  Peningkatan fasilitas program internet
Agar sekolah dapat melaksanakn kegiatan-kegitan dalam rangka menunjang proses pendidikan yajg baik maka perlu adanya sarana dan prasarana yang memadai. Adapun sarana dan prasarana yang ada di SMA Taman Madya Jetis yaitu:
1.      Ruang belajar/ ruang kelas
Di SMA Taman Madya Jetis terdapat 16 ruang kelas dengan luas masing-masing 9,0x8,0 m, namun pada tahun ajaran 2011/2012 hanya sebagian ruang kelas yang dignakan untuk proses kegiatan belajar mengajar.
2.      Ruang perpustakaan
Ruang perpustakaan yang ada berukuran 15,0x10,0 m dengan dilengkapi ruang baca yang bersih sehingga siswa nyaman berada di perpustakaan. Buku-buku yang terdapat diperpustakaan diperoleh dari beberapai nstansi antara lain : dari CV Tri Darta Eka Putra, kementrian kebudayaan dan Pariwisata, CV Tri Karya Indah, PT Hamafira dan lain-lain. Perawatan buku dilakukan oleh petugas dan siswa dengan cara menyampul semua buku dan memberi label agar mudah ditata. Namun pada praktiknya administrasi perpustakaan belum terlalksana dengan baik karena belum tersedia tenaga atau petugas perpustakaan yang menguasai bidang perpustakaan. Adapun inventaris perpustakaan terdapat dalam lampiran.
3.      Ruang laboratorium
Di SMA Taman Madya Jetis terdapat tiga ruang laboratorium yaitu laboratorim kimia, laboratorium fisika dan laboratorium biologi dengan luas masing-masing 12x18 m. pemanfaatan laboratorium disesuaikan dengan jadwal praktikum yang dikelola oleh coordinator masing-masing laboratorium. Pemeliharaan sarana dan prasarana yang ada di laboratorium dilakukan oleh siswa sebagai praktikian dan guru pamong sebagai asisten praktikum dengan membersihkan dan merapikan alat-alat yang telah digunakan setelah praktikum.
4.      Ruang UKS
Ruang UKS terletak di sebelah ruang TU dengan luas 4x3 m
5.      Ruang bimbingan dan Penyuluhan
6.      Ruang Kepala Sekolah
Ruang kepala sekolah luasnya 4x5 m. Adapun inventaris di ruang kepala sekolah terlampir.
7.      Ruang Tata Usaha
Ruang tata usaha luasnya 6,0 x 7,0 m, sraana dan prasarana yang ada di ruang tata usaha terlampir.
8.      Ruang guru
Ruang guru berada di sebelah barat dari ruang kepala sekolah, luasnya 7,0 x 7,0 m. Sarana dan prasarana yang ada di ruang gur terlampir.
9.      Ruang multimedia
Ruang multimedia luasnya 8,0 x 7,0 m.srtuktur organisasi , tata tertib dan saramna pra sarana dan ruang multimedia terlampir.
10.  Rung OSIS
Ruang osis luasnya 6,0 x 4,0 meter. sarana dan ruang multimedia terlampir.
11.  Ruang kamar kecil dan kamar mandi
Kamar kecil di SMA Taman Madya ini berjumlah 10 dengan jumlah masing-masing 2,0 x 1,5 m.
12.  Gudang




13.  Mushola
Mushola terletak dibagian selatan gedung sekolah. Luasnya yaitu 12,0 x 8,0 m.Adapun iventaris sarana dan prasarana peribadatan yaitu;
·         Mukena / ruku sebanyak 4 buah dalam kondisi baik
·         Sarung sebanyak 3 buah dalam kondisi baik
·         Karpet sebanyak 2 dalam kondisi baik
·         Lemari sebanyak 1 buah dalam kondisi baik
·         Jam sebanyak 1 buah dalam kondisi baik
·         Al Qur’an sebanyak 2 dalam kondisi baik
·         Buku iqro jilid 1-6 masing-masing sebanyak 6 buah dalam kondisi baik
14.   Halaman Sekolah
Halaman Sekolah digunakan untuk melaksanakan upacara setiap hari senin atau hari-hari besar lainnya, selain itu juga biasanya digunakan sebagai untuk tempat parker kendaraan karena tempat parker yang tersedia tidak mencukupi
15.  Tempat Sampah
Tempat sampah diletakan disetiap sudut kelas agar setiap siswa mudah membuang sampah pada tempatnya sehingga lingkungan sekolah terlihat bersih dan rapi.
e)      Administrasi keuangan
SMA Taman Madya yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai salah satu sekolah rintisan mandiri, maka berbagai keuangan yang dihadapi oleh sekolah tersebut harus diatasi sendiri dengan berbagai cara.
Dalam setiap sekolah terdapat administrasi keuangan, Administrasi keuangan sendiri adalah organisasi atau kumpulan yang menangani berbagai masalah yang berkaitan dengan dana sekolah diantaranya yaitu:
1)      Uang Pendaftaran
Pada saat pendaftaran siswa baru setiap siswa dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 50.000 dan uang registrasi sebesar RP 3.500.000.
2)      Uang sumbangan siswa baru
Setelah siswa dinyatakan diterima di SMA Taman Madya Jetis ini, Maka siswa kembali dikenakan biaya sumbangan. Sumbangan tersebut digunakan untuk berbagai keperluan sekolah.
3)      Uang Gedung
4)      Uang SSP
Berkaitan dengan uang SPP setiap tingkatan dalan SMA Taman Madya Jetis berbeda-beda. Besarnya uang SPP tersebut yaitu
a)      SPP untuk siswa Kelas X sebesar Rp. 175.000,00
b)      SPP untuk siswa Kelas XI sebesar Rp.150.000,00
c)      SPP untuk siswa Kelas XII sebesar Rp.150.000,00
Uang SPP tersebut kemudian akan dikelola oleh Yayasan Taman Siswa.
5)      Gaji Guru dan Kariawan
Dalam pengurusan gaji guru dan kariawan, pengurus atau pengelola keuangan SMA Taman Madya Jetis hanya sebagai perantara dari pimpinan Taman Siswa kepada para guru kariawan.
6)      Pengeluaran lain-lain
Pengeluaran lain-lain yaitu dimana terdapat kegiatan yang memerlukan dana untuk kegiatan yang memerlukan dana seperti dana untuk kekgiatan PPTS (Perkumpulan Pemuda Taman Siswa).
     
Pengurus keuangan di SMA Taman Madya (cabang Taman Siswa) ini tidak secara langsung menangani lebih rinci mengenai keungan yang ada (pemasukan dan pengeluaran). Hal ini dikarenakan setiap ada uang yang masuk kesekolah pengurus hanya mencatat sebagai arsip pertanggungjawaban, sedangkan uang-uang tersebut masuk kedalam pengurusan Taman Siswa.

f)       Administrasi Hubungan Masyarakat
1.      Pengertian administrasi Hubungan sekolah dan masyarakat
Administrasi hubungan sekolah dan masyarakat merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan sungguh –sungguh, serta pembinaan secara continue dan berkesinambungan untuk mendapatkan simpati dari masyarakat pada umumyas erta public sekitar sekolah pada khususnya. Sehingga kegiatan oprasional pendidikan semakin efektif dan efisien demi membantu tercapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Pada hakekatnya sekolah merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat. Demikian pula hasil pendidikan yang terlaksana di Sekolah akan menjadi harapan bahkan dambaan masyarakat, Sehingga kegiatan sekolah seharusnya selaras dengan keinginan masyarakat.
2.      Hubungan Sekolah SMA Taman Madya Jetis dengan Masyarakat
Sekolah SMA Taman Madya Jetis mempunyai beberapa program kerja yang berkaitan dengan oprasional pendidikan terhadap seluruh masyarakat (khususnya masyarakat sekitar sekolah dan para wali siswa).
Adapun bentuk hubungan tersebut dapat dikelompokan dalam berbagai hal diantaranya:
1)      Hubungan sekolah dan masyrakat disekitar sekolah yaitu :
a.    Dalam menangani siswa yang bermasalah (kasus)seperti membolos sekolah, melakukan kejahatan (Tindakan criminal dan sebagainya)di luar sekolah. Masyarakat mempunyai no sekolah yang dapat dihubungi ntuk melaporkan siswa ke sekolah.
b.   Dalam kegiatan keagamaan seperti hari raya kurban Sekolah membagikan daging korban kepada masyarakat sekitar
c.    Dalam kegiatan bakti social, hamper setiap tahun sekolah mengadakan bakti sosial kepada masyarakat sekitar berupa pembagian sembako.
d.   Dalam penerimaan siswa baru, bagi warga yang berda di sekitar lingkungan sekolah di prioritaskan menjadi siswa sekolah tersebut.
e.    Dalam memperingati hari-hari nasional seperti 17 Agustus sekolah mengadakan lomba dengan masyarakat sekitar.
f.    Dalam melaksanakan PBB(pelatihan baris-berbaris)untuk memilih anggota pleton inti (tonti)atau latihan sebagai petugas upacara, siswa menggunakan lokasi yang ada disekitar masyarakat dengan meminta izin terhadap RT dan RW setempat.
2)      Hubungan Sekolah dengan Instansi-instansi atau lembaga –lembaga tertentu yaitu:
a.   Polsek, Hubungan kerjasama antara sekolah dengan polsek yaitu:
1)      Berbagai macam penyuluhan, seperti penyuluhan narkoba ,bela Negara dan sebagainya.
2)      Bantuan pengamanan sekolah dalam mengadakan acara-acara tertentu dan menghadapi kerusuhan siswa atau lainnya.
3)      Melakukan razia sekolah setiap 2 minggu sekali dalam upaya membina siswa agar tidak terlibat hal-hal yang tidak diinginkan seperti adanya sisiwa yang merokok, menyimpan gambar-gambar tidak mendidik dalan HP.
b.   BI (Bank Indonesia), hubungan kerjasama sekolah dengan BI antara lain penyuluhan uang palsu, sebab maraknya pemalsuan uang yang sering ditemui dimasyarakat.
c.    Bimbingan belajar (BIMBEL)
Hubungan sekolah dengan  bimbel yaitu : mengadakam try out atau latihan soal (dari NEUTRON) untuk menghadapi UAN
d.   Berbagai kelompok kegiatan, Futsal,IM3 School dan sebagainya
3)      Hubungan Sekolah dengan orang tua siswa atau wali murid siswa yaitu:
Perwakilan sekolah megadakan kunjungan ke rumah-rumah sisa untuk mengetahui kondisi keluarga atau keseharian siswa dirumah,Serta menjalin komunikasi dengan orangtua tentang perkembangan siswa disekolah.
4)      Hubungan Sekolah dengan Para Alumni yaitu:
a.       Alumni memberikan bantuan berup bea siswa (prestasi,dan bagi yang tidak mampu)
b.      Alumni menjadi pengajar disekolah tersebut atau sebagai figure motifator bagi para siswa
5)      Hubungan sekolah dengan berbagai universitas yaitu:
Sekolah dijadikan sebagai tempat KKN (Kuliah Kerja Nyata)serta PLP(program latihan profesi)
2.      Pelaksanaan prinsip-prinsip supervisi pendidikan di sekolah atau madrasah
Supervisi pendidikan adalah salah satu aktifitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif.
a.       Prinsip umum supervisi pendidikan di sekolah
1.      Supervisi harus bersifat praktis, dalam arti dapat dikerjakan sesuai dengan kondisi di sekolah.
2.      Hasil supervisi harus berfungsi sebagai sumber informasi bagi staf sekolah untuk pengembangan proses belajar mengajar.
3.      Supervisi dilakukan dengan mekanisme yang menunjang kurikulum yang berlaku
b.      Prinsip khusus supervisi di sekolah
1.      Sistematis, artinya supervisi dikembangkan dengan perencanaan yang matang sesuai sasaran yang diinginkan.
2.      Obyektif, artinya supervisi memberikan masukan sesuai dengan aspek yang terdapat dalam instrumen.
3.      Realitas, artinya supervisi didasarkan atas kenyataan sebenarnya yaitu pada keadaan atau hal-hal yang sudah dipahami dan dilakukan oleh para staf sekolah.
4.      Antisipatif, artinya supervisi diarahkan untuk menghadapi kesulitan-kesulitan yang mungkin akan terjadi.
5.      Konstruktif, artinya supervisi memberikan saran-saran perbaikan kepada yang disupervisi untuk terus berkembang sesuai ketentuan atau aturan yang berlaku.
6.      Kreatif, artinya supervisi mengembangkan kreatifitas dan inisiatif guru dalam mengembangkan proses belajar mengajar.
7.      Kooperatif, artinya supervisi mengembangkan peran kebersamaan untuk menciptakan dan mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik.
8.      Kekeluargaan, artinya supervisi mempertimbangkan saling asih dan saling asuh.
Pelaksanaan supervisi di SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta dilakukan dengan kunjungan Kepala Sekolah ke kelas-kelas untuk mengawasi proses kerja (instrumen supervisi kunjungan kelas terlampir), alat yang dipakai dan metode yang digunakan guru dalam proses KBM. Hasil observasi dianalisis kemudian didiskusikan dengan guru serta disusun program yang baik untuk memperbaiki proses belajar mengajar.
Proses supervisi ini biasanya dilakukan dengan cara pemberitahuan terlebih dahulu sebelum melakukan kunjungan kepada guru yang akan dikunjungi. Workshop (lokakarya) juga merupakan salah satu teknik supervisi yang biasa digunakan di SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta untuk menambah wawasan dan pengetahuan, sarana mempertemukan ide-ide, mendiskusikan masalah bersama, dan meningkatkan kemampuan profesionalisme guru dan mewujudkan proses belajar peserta didik yang lebih baik.
Hubungan antar perilaku supervisi, perilaku mengajar, perilaku belajar, dan hasil belajar merupakan hubungan yang sangat fundamental dalam memperbaiki mutu hasil pendidikan, meningkatkan efektifitas dan efisiensi belajar mengajar dan memberikan bimbingan langsung untuk memperbaiki kesalahan, kekurangan serta membantu dalam memecahkan masalah yang dihadapi sekolah sehingga dapat diantisipasikan kesalahan yang lebih jelas.
3.                  Pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling
Kegiatan bimbingan konseling di SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta dilaksanakan sebagaimana pada umumnya. Pelayanan konseling di sekolah merupakan usaha membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kehidupan belajar serta perencanaan dan pengembangan karir. Pelayanan konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik, secara individual, kelompok dan klasikal, sesuai kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan ini juga membantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi.
Adapun fungsi bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut:
1.      Untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya.
2.      Untuk membantu peserta didik mampu mencegah ataupun menghindarkan diri dari berbagai masalah yang dapat menghambat perkembangan dirinya.
3.      Untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya.
4.      Untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuh kembangkan berbagai potensi dan pondasi positif yang dimilikinya.
5.      Untuk membantu peserta didik memperoleh atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian
Dalam menangani sebuah kasus, guru BK juga tidak terlepas dari hambatan. Adapun hambatan-hambatan yang sering dialami antara lain:
1.      Sulit memperoleh informasi-informasi tentang kasus yang diterima
2.      Siswa yang berkasus tidak mau memberitahukan kepada pihak sekolah dengan alasan takut diancam
3.      Orang tua siswa yang berkasus sulit diterima
Selain fungsi dan hambatan diatas, Guru BK juga mempunyai tugas yaitu sebagai berikut:
1.      Penyusunan program dan pelaksanaan bimbingan konseling
2.      Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah yang dihadapi oleh siswa tentang kesulitan belajar
3.      Memberikan layanan bimbingan kepada siswa agar lebih berprestasi dalam kegiatan belajar
4.      Memberikan saran an pertimbangan kepada siswa dalam memperoleh gambaran tentang kelanjutan pendidikan dan lapangan pekerjaan yang sesuai.
5.      Menyusun statistik hasil penilaian bimbingan dan konseling
6.      Mengadakan penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling
7.      Melaksanakan kegiatan analisis hasil evaluasi belajar
8.      Menyusun dan melaksanakan program dan tindak lanjut bimbingan dan konseling
9.      Menyusun laporan pelaksanaan bimbingan dan konseling
Program pelayanan bimbingan dan konseling di SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta diantaranya:
a.    Jenis program
1.      Program tahunan: Program pelayananan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah
2.      Program semesteran: program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan satu semester yang merupakan jabaran program tahunan.
3.      Program bulanan: program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran.
4.      Program mingguan : program pelayanan konseling meliputi seluruh segiatan satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.
5.      Program harian: program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu waktu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (satlan) dan atau satuan kegiatan pendukung (satkung)konseling.
b.   Penyusun program
1.      Program layanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (Need Assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi
2.      Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang jenis layanan dan kegiatan pendukung formal, format kegiatan pendukung, format kegiatan, sasaran pelayanan dan volume atau beban tugas konselor
c.    Pelaksanaan kegiatan
1.      Bersama pendidik dan personil sekolah, konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin, insidental dan keteladanan.
2.      Program pelaksanaan konseling yang direncanakan dalam bentuk satlan dan satkung dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat dan pihak-pihak yang terkait.
3.      Pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling
a.    Di dalam jam pembelajaran sekolah
1.      Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi, penepatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan aplikasi instrumental, serta layanan/kegiatan lain-lain yang dapat dilakukan didalam kelas
2.      Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 1 (satu) jam perkelas perminggu dan dilaksanakan secara terjadwal
3.      Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi, kegiata konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan keputusan dan alih tangan kasus


b.   Diluar jam pembelajaran sekolah
1.      Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perseorangan, bimbingan kelompok, dan mediasi, serta kegiatan lainya yang dapat dilaksnanakan di luar kelas.
2.      Satu kali kegiatan layanan perpendukung konseling di luar kelas/luar jam pembelajaran ekuivalen dengan dua jam pembelajaran tatap muka di kelas
3.      Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah maksimum 50 % dari seuruh kegiatan pembelajaran konseling diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah
4.      Kegiatan pelayanan konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (lapelprog)
5.      Volume dan waktu untuk pleksanaan kegiatan pelayanan konseling di dalam kelas dan diluar kelas setiap minggu diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah
6.      Program pelayanan konseling dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antar kelas dan jenjang kelas, dan mensingkronisanikan program pelayanan knseling dengan kegiatan pembelajaran meta pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler, serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah
4.    Penyelenggaraan Kegiatan Ekstrakurikuler
Kegiatan  ekstrakurikuler  merupakan  salah  satu  han  bakat  dan wahana  untuk  mengembangkan  kemampuan  siswa  khususnya  dalam pengasahan  bakat  dan  skill  ,karena  selain  kemampuan  di  bidang intrkurikuler  para  siswa  harus  mampu  menguasai  juga  kemampuandi bidang  ekstrkurikuler  karena  ini  akan  sangat  membnatu    para  siswa khususnya  dalampengasaha  bidang  soft  skill    yang  sangat  di  butuhkan sekarang ini.
Ada  beberapa  hal    tjuan  dalam  pelaksanaan  adanya  kegiatan ekstrakurikuler  disekolah Taman Madya Jetis  diantaranya 
1.  Untuk meningkatkan kemampuan keterampilan para siswa
2.  Untuk mengasah bakat dan skill para siswa/siswi 
3. Untuk meningkatkan prestasi para siswa/siswi  khususnya  dalam bidang oahraga
4. Untuk tetap menumbuhkan semangat dan motivasi para siswa untuk terus berkarya.
a.      Jurnalistik
Dalam bidang ini para siswa di asah dalam kemampuan dunia tulis menulis beberapa kegiatannya meliputi menulis opini, editing, reportase, lay outing. Banyak para siswa yang berminat dalam kegiatan ini, bahkan untuk lebih memperdalam kemampuan siswa diadakannya studi banding ke media massa seperti harian jogja, KR dan ini terbukti ada beberapa siswa yang mampu menulis di media massa seperti KR ini adalah suatu prestasi yang patut dibanggakan.
b.      Sepakbola
Olahraga ini amat populer di seluruh dunia termasuk di Indonesia dan tidak dapat dipungkiri juga di SMA ini para siswa sangat antusias dalam mengikuti olahraga ini dan kebanyakan para siswa yang berminat dan dilakukan latihan rutin setiap hari Sabtu sore.
c.       Bola Volly
Adapun untuk olahraga ini selain para siswa juga para siswi banyak yang berminat sehingga terbentuklah tim volley putra dan tim volley putri dan mereka melakukan latihan juga tiap seminggu sekali.
c.       Multimedia
Dengan adanya kemajuan teknologi yang semakin pesat maka sekolah SMA ini tidak ingin mau ketinggalan sehingga diadakannya pelatihan di bidang komputer, internet dll sehingga para siswa tidak akan gagap teknologi.
d.      Menjahit
Untuk menunjang kemampuan di bidang akademik juga diadakan pelatihan menjahit khususnya bagi para siswi untuk bekal kelak pasca lulus dari sekolah ini.
e.       Drama
Untuk mengasah kemampuan di bidang seni khususnya seni drama para siswa dilatih dalam kegiatan teater, seni tari sehingga dari kegiatan ini para siswa dapat mengeksplor kemampuannya dalam bidang seni sehingga bakat para siswa dapat dimaksimalkan potensinya.
f.       Mading
Guru untuk mengaktualisasikan diri para siswa disediakan mading sebagai ajang untuk menuliskan kreatifitasnya sehingga banyak yang membuat puisi, opini, curhat, surat pembaca dan wawancara tokoh sekolah.
5.      Pengelolaan Pusat Sumber Belajar (Perpustakaan)
a.       Pengertian dan keberadaan
Perpustakaan merupakan salah satu sarana pendidikan dalam rangka mengembangkan pengetahuan dan keterampilan siswa, guru dan pegawai sekolah. SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta memiliki satu perpustakaan yang terletak di lantai satu sebelah utara dan paling timur.
Perpustakaan SMA Taman Madya Jetis memiliki koleksi buku yang cukup banyak. Buku – buku yang ada di perpustakaan tidak hanya buku mata pelajaran saja, tetapi terdapat koleksi buku tentang pengetahuan yang lainnya (data buku terlampir). Tujuannya untuk memperluas pandangan siswa agar siswa memiliki Ilmu Pengetahuan yang luas melalui bacaan – bacaan tersebut. Fasilitas yang dapat diperoleh bermacam-macam, mulai dari peminjaman referensi buku yang dapat dibawa pulang atau pun referensi yang tidak dibawa keluar ruang baca karena keterbatasan referensi buku tersebut dan juga untuk menjaga keberadaannya. Pelayanan perpustakaan dilaksanakan setiap hari kerja sekolah, dibuka mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB (jadwal pengunjung dan peminjam perpustakaan terlampir).
b.            Visi dan Misi Perpustakaan
·         Visi perpustakaan
1.      Menyiapkan, memperluas pengetahuan tentang mata pelajaran di sekolah
2.      Memperluas pandangan siswa agar mereka memiliki ilmu pengetahuan yang luas melaluui bacaan-bacaan.
3.      Meningkatkan pengetahuan Guru dengan menjadikan bacaan-bacaan di perpustakaan sebagai referensi / perbandingan
·         Misi Perpustakaan
1.      Menggiatkan siswa untuk gemar membaca
2.      Meningkatkan minat siswa dan guru atau pamong untuk mempergunakan perpustakaan sebagai WahanaPendidikan
c.             Program Kerja Perpustakaan
·         Program kerja Jangka Pendek :
1.      Meningkatkan pengunjung perpustakaan.
2.      Meningkatkan minat baca para siswa.
3.      Membuat kartu anggota.
4.      Memberi nomor / label buku.
5.      Menata, mengatur koleksi buku-buku perpustakaan
6.      Melayani peminjaman buku.
7.      Memasukkan buku paket ke Buku Inventaris ke buku induk.
8.      Membuat daftar kartu catalog.
·         Program Kerja Jangka Panjang :
1.      Memilih-milih buku-buku yang tidak terpakai dan rusak.
2.      Menambah  koleksi  buku-buku,  tujuannya  untuk meningkatkan  minat  baca  dan  pengetahuan  para  siswa  dan pamong.
3.       Meningkatkan  kondisi  ruangan  perpustakaan  (Renovasi  dan  sebagainya).
Adapun  tata  tertib  peminjaman  buku  SMA  Taman  Madya  Jetis adalah sebagai berikut:
a.       Peminjam buku harus mempunyai Kartu Anggota Perpustakaan
b.      Tidak dibenarkan meminjam buku dengan menggunakan kartu anggota orang lain.
c.       Peminjaman buku setiap anggota maksimal 2 eks.
d.      Peminjam wajib merawat buku yang dipinjam dengan baik.
e.       Batas waktu meminjam 1 minggu
f.       Perpanjangan meminjam buku satu kali.
g.      Menghilangkan atau merusak buku perpustakaan harus mengganti.
h.      Terlambat  pengembalian  buku  dikenakan  sanksi  atau  denda.  Uang  denda, 1buku Rp. 200,00
i.        Kartu  anggota  perpustakaan  berlaku  1  tahun.  Tiap  tahun  ajaran  baru diwajibkan memperbarui anggota lagi.
Tata  tertib  pengunjung  perpustakaan  SMA  Taman  Madya  Jetis Yogyakarta adalah sebagai berikut: 
a.       Wajib mengisi daftar hadir
b.      Tidak diperkenankan membawa tas dan jaket di ruang perpystakaan
c.       Tidak diperkenankan makan diruang perpustakaan 
d.      Tidak diperkenankan memindahkan tempat duduk dan alat-alat  perpustakaan
e.       Wajib menjaga ketenangan / ketertiban di ruang perpustakaan
f.       Dilarang membuat coretan / tulisan diruang perpustakaan
g.      Mengambil, membaca buku harus dikembalikan seperti semula
D.    Analisis Hasil Pelaksanaan
1.      Praktik  Pembelajaran
Praktik  pembelajaran  merupakan  salah  satu  upaya  untuk  membentuk  calon  guru  yang  professional  dengan  mengetahui  segala  sesuatu  yang  berhubungan  dengan  suatu  proses  pembelajaran.  Proses  belajar  mengajar  ini  meliputi  kegiatan  yang  harus  dilakukan  oleh  guru  mulai  dari  perencanaan  pembelajaran,  pelaksanaan  kegiatan,  sampai  evaluasi  dan  tindak  lanjut  yang  mempunyai  tujuan  tertentu  dalam  pembelajaran.
Praktik  pembelajaran  dimulai  dengan  kegiatan  observasi  terhadap  guru  pamong.  Kegiatan  observasi  ini  sangat  membantu  praktikan  dalam  menyiapkan diri untuk melakukan praktek  mangajar di depan  kelas  secara langsung, baik dari persiapan mental maupun fisik  atau non  mental.  Melalui  kegiatan ini juga,  praktikan dapat belajar lebih jauh lagi mengenai  karakter  siswa,  cara  pengkondisian  kelas,  bagaimana  cara  bersikap  di  depan  siswa,  teknik-teknik  mengajar,  dan  metode  yang  tepat  untuk diterapkan.
Hal  yang  terkait  dengan  pembuatan  RPP, alhamdulillah  praktikan  tidak  mengalami  kendala  yang  berarti, guru  pamong  sendiri sudah memberi praktikan format RPP, jadi praktikan tinggal membuat sesuai dengan contoh yang  diberikan.  Hanya  saja,  praktikan  terkadang  bingung  dalam  pemilihan metode  yang  tepat  karena  kondisi  siwa  yang  kurang  mendukung  apabila praktikan  menggunakan  metode-metode  active  learning  maupun kooperatif  learning.  Namun praktikan mencoba untuk menggunakan metode aktive learning, akan tetapi hasilnya kurang maksimal. Akhirnya,  praktikan  memilih  untuk  menggunakan metode  yang  umum  digunakan,  yaitu  diskusi  dan  penugasan. 
Praktikan kurang bisa  menguasai dan  mengkondisikan kelas, kadang ketika praktikan  sedang menjelaskan  materi  siswa masih ramai. Kendala lain yang dialami oleh praktikan yaitu jam pelajaran matematika  yang  terletak  pada  jam  pertama,  sebenarnya  bagus  ketika matematika diletakkan  pada jam  pertama, yaitu agar ketika belajar pikiran siswa  masih  segar,  karena  dalam  belajar  matematika  butuh  konsentrasi yang  kuat agar  mudah  menerima  pelajaran  dengan baik, namun  pada  jam pertama  banyak  siswa  yang  terlambat  masuk  kelas.  Bahkan  hampir seperempat siswa yang terlambat.Ada juga kendala dimana jam pelajaran matematika yang terletak pada jam terakhir seperti yang dialami kelas XI IPA, Nampak bahwa saat jam terakhir siswa nampak sudah kehilangan semangat belajar, bahkan ada satu saat dimana siswa tidak mau mengikuti pelajaran terakhir itu.
Dengan  keterbatasan  yang  ada,  praktikan  berusaha  keras  agar  para siswa  dapat  dengan  mudah  paham  dengan  materi  yang  diberikan,  mulai dari pemberian  tugas,  pembahasan tugas  secara bersama-sama, pemberian jawaban  latihan  soal  berikut  penjelasannya,  maupun  melakukan pendekatan personal pada masing-masing siswa yang mengalami kesulitan dalam  memahami  materi  yang  telah  diberikan.  Diharapkan,  mereka termotivasi untuk lebih giat lagi dalam belajar matematika. Praktikan  juga menyadari, mungkin bukan hanya semata-mata kesalahan siswa melainkan juga  kesalahan  praktikan  yang  belum  menguasai  benar  tehnik-tehnik mengajar  yang  baik. 
Dari  pengalaman  praktik  mengajar  ini,  diharapkan praktikan dapat memetik pengalaman mengajar yang  sangat berharga,  dan dapat  menarik  kesimpulan  bahwa  untuk  menjadi  tenaga  pendidik  yang professional  bukanlah  hal  yang  mudah.  Perlu  waktu  yang  lama  dalam mendapatkan  pengalaman,  butuh  proses  yang  panjang,  serta  butuh  usaha dan doa yang sungguh-sungguh
2.  Praktik Persekolahan
Praktik  persekolahan  merupakan  kegiatan  yang  wajib  dilakukan  oleh  mahasiswa  praktikan.  Seorang  calon  pendidik  selain  harus  memiliki  kemampuan dan keterampilan dalam kegiatan belajar mengajar hendaknya juga  memiliki  keterampilan  serta  pengetahuan  terkait  dengan  persekolahan.  Oleh  karena  itu  pada  PLP  ini  mahasiswa  praktikan  juga  terlibat  langsung.  Pelaksanaan  praktik  persekolahan  ini  dilaksanakan  setiap  hari  dari  mulai  penerjuanan  yaitu  pada  tanggal  4 Oktober  sampai  dengan  tanggal  4 Desember  sedangkan  mulai  tanggal  15 Oktober  praktikan  melaksanakan  pembelajaran  di  kelas.  Adapun  kegiatan  praktik  persekolahan yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1.       Praktik Persekolahan Piket Guru
Tugas  jaga piket  dilaksanakan setiap  hari  yang  jadwalnya  diatur   sendiri dari pihak UIN dimana setiap orang mendapat jatah piket dua kali dalam seminggu, Sedangkan dari teman-teman pihak UST  dan Sanata Darma sendiri sudah ada aturan jadwal sendiri. Dengan begitu antara pihak UIN maupun UST dan Sanata Darma saling bekerjasama dalam masalah piket di sekolahan. Adapun  tugas  dari  petugas  piket  adalah  sebagai berikut:
         Mencatat  siwa  yang  terlambat  masuk  sekolah  kemudian  memberi surat izin masuk kelas.
         Memberi surat  izin  ketika  ada  siswa  yang  izin  keluar  area  sekolah  pada jam pelajaran.
          Memberikan tugas dikelas bila ada guru yang tidak berangkat.
         Menggantikan  mengajar  dikelas  jika  guru  yang  tidak  hadir  sama dengan bidang studi atau jurusan mahasiswa praktikan.
          Menerima  tamu  dan  wali  murid  yang  ingin  bertemu  dengan  guru maupun peserta didik.
         Mencatat  skor  pelanggaran  bagi  siswa  yang  melanggar  tata  tertib yang berlaku.
         Presensi kekelas setiap ganti jam pelajaran.
2.       Praktik Administrasi Sekolah 
Kegiatan yang  dilakukan  yaitu kerja BK dalam  rekapitulasi nilai pada ujian mid semester gasal. Selain itu mahasiswa dilibatkan dalam menghitung daya serap mata pelajaran siswa serta membantu mendata tiap siswa tentang mata pelajaran yang di senangi maupun mata pelajaran yang tidak di senangi dimana data itu digunakan untuk membantu siswa agar memperoleh tindak lanjut dari masalah yang dihadapinya. 
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Program Ltihan Profesi (PLP)  merupakan  salah  satu  kegiatan  atau  usaha  dalam  rangka  mengimplementasikan  segenap  ketrampilan  dan pengetahuan  mahasiswa  mengenai  pembelajaran.  Dari  uraian  diatas  dapat  ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.      PLP adalah sarana yang paling  tepat  bagi mahasiswa sebagai calon guru untuk  menimba  ilmu  dan  pengalaman  terjun  secara  langsung  ke  dunia pendidikan  yang  sesungguhnya  dan  dengan  PLP ini  dapat  dijadikan sebagai  wahana  untuk  mengaplikasikan  ilmu  yang  telah  diperoleh  di bangku kuliah.
2.      Praktik  persekolahan  memberikan  pengalaman  dan  wawasan  yang  sangat berharga  mengenai  hakekat,  kedudukan,  tugas  dan  kewajiban  guru  serta praktikan  dapat  mengetahui  pengelolaan  sistem  administrasi  yang diterapkan  di  sekolah  khususnya  di  SMA  TAMAN  MADYA  JETIS YOGYAKARTA, dan turut berpartisipasi di dalamnya.
3.      kegiatan  observasi  perlu  dilaksakan  oleh  praktikan  untuk  mengetahui proses  dan  interaksi  pembelajaran  di  kelas  serta  dinamika  persekolahan, sehingga  dapat  digunakan  sebagai  acuan  dalam  mempersiapkan  kegiatan pembelajaran di kelas serta menyampaikan materi di kelas.
4.      Dengan  praktik  pembelajaran  ini  mahasiswa  memperoleh  gambaran bagaimana  menjadi  seorang  guru  yang  profesional  dan  memperoleh pengalaman yang sangat berguna untuk dapat menjadi pendidik yang baik.



B.     Saran
Saran  yang dapat praktikan berikan  untuk pelaksanaan  PLP periode  yang akan datang yaitu :
1.            Bagi SMA TAMAN MADYA JETIS
a.        Kedisiplinan  yang  ada  sudah  bagus,  tapi  perlu  ditingkatkan  lagi karena ada beberapa siswa yang kurang tertib.
b.         Bagi pihak sekolah  SMA Taman  Madya Jetis  Yogyakarta ,  kepala sekolah,  para  guru,  serta  karyawan  sudah  sangat  baik memperlakukan  mahasiswa  praktikan,  hendaknya  hal  ini  perlu terus  diperhatikan  yaitu  dengan  memberi  kesempatan  seluas-luasnya untuk menggali pengalaman mengajar.
c.           Pihak sekolah dalam  menyambut PLP sudah baik, tapi jumlah  PLP yang  ada  di  SMA  Taman  Madya  Jetis  Yogyakarta  hendaknya dibatasi.  Sehingga PLP bisa  maksimal  dalam  melaksanakan  tugas baik praktik pembelajaran maupun praktik persekolahan.
d.         Sarana  dan  prasarana  yang  sudah  ada  perlu  dirawat  dengan  baik serta  perlu  adanya  penambahan  sarana  dan  prasarana  seperti penambahan  koleksi  buku  perpustakaan,  penambahan  alat-alat praktikum dan lain-lain.

2.      Bagi panitia PLP
a.       Perlu adanya peningkatan pembekalan mahasiswa PLP, sehingga  mahasiswa  PLP mempunyai bekal  yang memadai agar  kegiatan PLP berjalan dengan baik dan lancar.
b.      Pembagian  mahasiswa  PLP hendaknya  lebih  merata  baik  dari  segi kelamin maupun jurusan.

3.      Bagi Mahasiswa yang akan PLP mendatang 
a. Harus  bener-bener mempersiapkan  materi  yang  akan  diajarkan,  sehingga  pada  saat praktik  pembelajaran  praktikan  benar-benar sudah menguasai materi.
b. Semoga  secuil  kebersamaan  kita  menjadi  kenangan  yang  tak terlupakan  dan  kita bisa  mengambil  hikmah  dan  pegalaman  hidup  yang berharga.
c.    Jadikanlah perbedaan sebagai perekat kebersamaan kita.
d. Musyawarah,  komunikasi,  dan  saling  mengalah  untuk  mencapai  suatu kesepakatan sangat diperlukan.
e.    Mari kita pupuk kebersamaan kita sampai keluar dari kegiatan  PLP



























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar