Kamis, 15 Maret 2012

abstrak skripsi


EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN METODE “COOPERATIVE SCRIPT” DENGAN PENDEKATAN “PROBLEM POSING” TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR  MATEMATIKA SISWA KELAS X DI SMA MA’ARIF NU1 KEMRANJEN
Oleh : Uli Nuha ( 08600036)
Kata Kunci : Cooperative Script, Problem Posing, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Matematika
Pembelajaran koperatife adalah pembelajaran di mana siswa bekerja dan belajar bersama dalam kelompok kecil, saling menyumbangkan pikiran dan bertanggung jawab terhadap pencapaian hasil belajar secara individu maupun kelompok (slavin, 1995). Siswa bekerja sama untuk belajar dan bertanggung jawab pada kemampuan temannya ( trianto 2009 : 57).
Ada beberapa tipe pembelajaran dalam metode koperatife salah satunya adalah “Cooperative Script”. Cooperative Script merupakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan daya ingat siswa. Hal ini sangat membantu siswa dalam mengembangkan serta mengaitkan fakta-fakta dan konsep-konsep yang pernah didapatkan dalam pemecahan masalah.
Dalam penelitian nanti penulis akan memasukan pendekatan problem posing didalam metode Cooperative Script. Problem posing merupakan salah satu proses pembelajaran yang berbasiskan konstruktivisme. Problem posing dapat diartikan membangun atau membentuk permasalahan. Problem posing menurut suryanto ( 1998:8 ) merupakan istilah bahasa inggris sebagai pedoman kata yang digunakan dalam istilah “pembentukan soal atau mengerjakan soal dari situasi yang tersedia. Hal ini sesuai dengan Brown dan Walter yang menyatakan bahwa salah satu rekomendasi mutahir dari pakar pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran matematika adalah problem posing (As’ari, 2004 :42).
Dalam penelitian ini penulis memasukan dua variable bebas yaitu motivasi dan hasil belajar. Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Belajar adalah perubahan tingkah laku secara relative permanen dan potensial terjadi sebagai hasil dari praktik penguatan motivasi yang dilandasi tujuan tertentu. Korelasi ini menguatkan urgensitas motivasi belajar.
Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada peserta didik yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan perilaku. Motivasi belajar adalah proses member semangat belajar, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energy, terarah dan bertahan lama.
Hasil belajar adalah sebuah kalimat yang terdiri atas dua kata yaitu “ hasil” dan “belajar“ yang memiliki arti yang berbeda. Oleh karena itu untuk memahami lebih mendalam mengenai makna hasil belajar, akan dibahas dulu pengertian “hasil“ dan “belajar”. Menurut Djamarah (2000: 45), hasil adalah prestasi dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, baik secara individu maupun kelompok. Hasil tidak akan pernah dihasilkan selama orang tidak melakukan sesuatu. Untuk menghasilkan sebuah prestasi dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang sangat besar. Hanya dengan keuletan, sungguh–sungguh, kemauan yang tinggi dan rasa optimisme dirilah yang mampu untuk mancapainya.
Hasil belajar adalam kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Individu yang belajar akan memperoleh hasil dari apa yang telah dipelajari selama proses belajar itu. Hasil belajar yaitu suatu perubahan yang terjadi pada individu yang belajar, bukan hanya perubahan mengenai pengetahuan, tetapi juga untuk membentuk kecakapan, kebiasaan, pengertian, penguasaan, dan penghargaan dalam diri seseorang yang belajar.
Adapun yang mendorong penulis untuk memilih judul tersebut adalah karena melihat bahwa pelajaran matematika dianggap pelajaran yang sulit dan ditakuti oleh kebanyakan siswa terutama siswa yang memiliki latar belakang kurang dalam motivasi mempelajari matematika. Guru dituntut untuk dapat menggunakan metode yang tepat serta mengajak siswa untuk aktif bergerak sehingga dapat membuat siswa merasa senang dan pelajaran tidak terasa membosankan. Strategi pembelajaran cooperative script  merupakan pembelajaran aktif yang berpusat pada siswa dapat meningkatkan motivasi belajar di sekolah.
Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Dipilih eksperimen semu dikarenakan peneliti tidak mengacak subyek dan membentuk sebuah kelas baru, melainkan dengan subyek yang ada dalam kelas tersebut dan tidak mengacak subyeknya. Penelitian quasi experiment ini dilakukan dengan pemberian perlakuan (treatment) kepada suatu kelas yang selanjutnya disebut dengan kelas eksperimen akan diperbandingkan dengan kelas yang tidak diberikan perlakuan (treatment) yang selanjutnya disebut kelas kontrol. Desain quasi experiment yang digunakan adalah desain pretes – postes grup kontrol tidak secara random (nonrandomized control group pretestposttest design).
Berdasaran uraian di atas maka rumusan masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah  apakah pembelajaran matematika menggunakan metode cooperative script dengan pendekatan problem posing lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran konvensional terhadap motivasi dan  hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Ma’arif NU 1 Kemranjen?
Referensi :
Agus Suprijono. 2009. Cooperative Learning Teori & Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Anita Lie. 2002. Mempraktekan Cooperative Learning di Ruang-ruang Kelas. Jakarta: Grasindo.

Ibrahim dan Suparni. 2008. Startegi Pembelajaran Matematika.Yogyakarta : Bidang Akademik UIN Sunan Kalijaga.

Nana Sudjana. 2001. Penilaian Hasil proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar